December 2, 2013

Fairness Doctrine: Kasus 3 Polisi Bandung Ditusuk Seorang Pemotor

Romel Tea December 2, 2013

menulis
Fairness Doctrine (Doktrin Kejujuran) adalah prinsip pemberitaan yang mengharuskan wartawan tidak percaya begitu saja (skeptis) tentang sebuah fakta. Fairness Doctrine mengajarkan agar wartawan, sebelum menulis berita, benar-benar melakukan verifikasi, cek dan ricek, atas kebenaran sekaligus "kemasukakalan" sebuah peristiwa. Wartawan harus melakukan verifikasi apakah sebuah fakta itu benar-benar "masuk akal" alias bisa diterima akal sehat.

Contoh terkini penerapan Fairness Doctrine dalam jurnalistik adalah Kasus 3 Polisi di Kota Bandung yang ditusuk seorang pengendara sepeda motor saat razia. Satu orang --sekali lagi: satu orang-- pengendara sepeda motor, menusuk tiga polisi sekaligus? Apakah ini masuk akal? Kok bisa?

Apa selemah itu polisi kita? Apa polisi tidak dibekali ilmu bela diri sehingga tidak mampu menepis serangan pisau tersebut? Ini tiga orang lho! Tiga orang! Sekali lagi, apa peristiwa ini masuk akal? Jika ya, benar adanya, maka --sekali lagi-- selemah itukah polisi kita? Boro-boro membela masyarakat, membela dirinya saja tidak bisa? Bagaimana ini?

Serentetan pertanyaan di atas menjadi pertanyaan saya, mungkin Anda juga. Kok bisa ya? Lemah bener polisi kita. Di sinilah Fairness Doctrine berlaku. Wartawan harus mampu menggali informasi sedetail mungkin, bagaimana proses kejadiannya (pengembangan unsur HOW dalam 5W+1H), agar pembaca, masyarakat, mengerti, memahami, dan peristiwa atau berita tersebut masuk akal.

Mari kita simak beritanya. Saya ambil dari KOMPAS yang dikenal "kredibel" dalam pemberitaanya.

Gelar Razia, Tiga Polisi Ditusuk Pengendara Motor

BANDUNG, KOMPAS.com - Tiga anggota polisi di Bandung ditusuk oleh pengendara sepeda motor di Jalan Cigondewah Rahayu, Kelurahan Cigondewah Rahayu, Kecamatan Bandung Kulon, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (30/11/2013). Penusukan tepat di depan Pasar Cigondewah Rahayu itu terjadi saat ketiga polisi tengah bertugas melakukan razia.

Kepala bidang Humas Polda Jabar Kombes Martinus Sitompul membenarkan kabar tersebut. "Iya betul, saya menerima laporan peristiwa itu," kata Martinus saat dihubungi melalui sambungan telepon siang ini.

Martinus menjelaskan, insiden yang terjadi pada pukul 11.00 WIB itu berawal ketika seorang anggota polisi menghentikan kendaraan yang dikemudikan pelaku untuk diperiksa kelengkapan surat dan izin mengemudinya. Namun, pelaku malah berusaha kabur. 

"Saat kita mencoba menyetop laju kendaraan pelaku, pelaku malah kabur," ujar Martinus.

Polisi saat itu, langsung melakukan pengejaran. Kendaraan pelaku berhasil dihentikan. Saat akan ditangkap, pelaku malah mengeluarkan sebuah pisau belati. Tak ragu, pelaku langsung menusukan pisau itu. "Tiga anggota terkena tusukan," ujarnya. 

Meski demikian, pelaku berhasil ditangkap. "Setelah pelaku menusuk anggota, pelaku kami tembak dan kami tangkap," tegasnya. "Inisial pelakunya masih belum kita ketahui, kami masih memeriksa," katanya. 

Martinus menambahkan, tiga anggota polisi yang tertusuk pun belum diketahui kondisinya. "Begitu pun nama-namanya, saya masih belum tahu, kami belum menerima laporan detilnya," kata Martinus.

Unsur HOW dalam berita tersebut, yang menjelaskan proses kejadian, adalah kalimat "Polisi saat itu, langsung melakukan pengejaran. Kendaraan pelaku berhasil dihentikan. Saat akan ditangkap, pelaku malah mengeluarkan sebuah pisau belati. Tak ragu, pelaku langsung menusukan pisau itu. "Tiga anggota terkena tusukan," ujarnya. 

Mestinya, wartawan skeptis, dan menggali lebih dalam dalam lagi, kok bisa? Bagaimana detail kejadiannya? Tiga orang polisi sekaligus ditusuk satu pengendara sepeda motor! Jika wartawan mampu mengungkapkan detail kejadiannya, maka berita itu menjadi masuk akal dan memenuhi kaidah Fairness Doctrine. Wasalam.*

No comments:

Post a Comment

No Spam, Please!