November 9, 2013

16 Cara Membuka Pidato (Public Speaking)

Romel Tea November 9, 2013

membuka pidato - public speaking
Yang dimaksud cara membuka pidato (public speaking) adalah apa yang harus dikatakan setelah seorang pembicara mengucapkan salam --"Assalamu'alaikum Wr. Wb." atau "Selamat Pagi". Membuka pidato dengan ucapan salam tampaknya sudah "baku". Yang tidak baku, bahkan dirasa sulit bagi banyak orang, adalah what next, lalu ngomong apa setelah salam?

Pembukaan merupakan bagian terpenting sebuah pidato (public speaking). Di bagian awal pidato seorang pembicara harus mampu menarik perhatian hadirin sekaligus memunculkan kesan yang baik tentang dirinya dan materi pidatonya.

Pembukaan pidato yang bagus akan membuat pendengar tertarik untuk mengikuti uraian pidato selanjutnya.

Tujuan Pembukaan Pidato
Tujuan utama pembukaan pidato ialah
1.  Membangkitkan perhatian
2. Memperjelas latar belakang pembicaraan
3. Menciptakan kesan yang baik mengenai komunikator (pembicara).

16 Cara  Membuka Pidato
Setidaknya ada 16 cara membuka pidato, sebagaimana dikemukakan Jalaluddin Rachmat  dalam buku Retorika Modern Pendekatan Praktis (Penerbit Remaja Rosda Karya, Bandung, 1999).

Menurut Jalaluddin Rachmat, cara dan waktu yang dibutuhkan dalam membuka pidato sangat bergantung pada topik, tujuan, situasi, khalayak, dan hubungan antara komunikator dan komunikan.

Cara  membuka pidato dapat dipilih salah satu dari 16 cara berikut ini. 
Sebagian besar contoh-contoh pembuka pidato di bawah ini kita fokuskan ke tema public speaking.

1. Langsung menyebutkan pokok persoalan.
Membuka pidato dengan langsung tema atau hal-hal yang akan dibicarakannya dan memberikan kerangka pembicara­annya. Dengan cara ini hadirin akan tahu apa yang akan mereka dengarkan.

Contoh: Hadirin yang saya hormati. Pagi ini saya akan membicarakan tentang teknik public speaking, mulai dari pengertian public speaking, jenis-jenis public speaking, elemen public speaking, dan bagaimana melakukan public speaking yang menarik.

2. Melukiskan latar belakang masalah.
Komunikator menjelaskan sejarah atau latar belakang topik pembicaraan, membatasi pengertian, dan menyatakan masalah-masalah utamanya, serta mengapa topik itu yang dipilih

Contoh: Hadirin yang saya hormati. Public speaking merupakan jenis atau bentuk komunikasi paling sulit bagi kebanyakan orang. Bahkan, banyak orang yang tidak mau alias takut melakukan public speaking. Saya akan membicarakan mengapa orang merasa sulit dan takut melakukan public speaking, serta bagaimana mengatasinya.

3. Menghubungkan dengan peristiwa mutakhir atau kejadian yang tengah menjadi pusat perhatian khalayak.

Contoh: Kemarin, 7 Desember 1941 --tanggal yang akan tetap abadi-- Amerika Serikat tiba-tiba dan secara sengaja diserang oleh Angkatan Laut dan Angkatan Udara Kerajaan Jepang. (Pembukaan Pidato Presiden Amerika Serikat Franklin D. Roosevelt di depan Kongre, 8 Desember 1941).

4. Menghubungkan dengan peristiwa yang  sedang diperingati.
Cara membuka pidato jenis ini bisa dipakai pada acara pesta kelahiran, perkawinan, atau peringatan hari bersejarah.

Contoh: Saudara-saudara sekalian! Alangkah bahagianya kita pada hari ini! Pada hari ini, kita merayakan hari ulang tahun Proklamasi Kemerdekaan kita yang ke-17. Pada hari ini Republik kita genap berusia dua windu.... (Pembukaan Pidato Presiden Soekarno tanggal 17 Agustus 1961).

5. Menghubungkan dengan tempat komunikator berpidato.

Contoh: Saudara-saudara, ruangan yang cukup luas dan megah ini, akan menjadi saksi bahwa kita pernah bersama-sama, mempelajari bagaimana melakukan public speaking yang baik dan benar. 

6. Menghubungkan dengan suasana emosi (mood) yang tengah meliputi khalayak.

Contoh: Saudara-saudara, sekarang jam menunjukkan pukul 1 siang. Sinar matahari di luar sana sangat panas. Di ruangan ini udara terasa dingin. Kita baru saja makan enak, bahkan bisa dibilang kenyang banget. Jam-jam segini enaknya tidur. Tapi kita harus melanjutkan kewajiban kita, yaitu mengikuti sesi pelatihan berikutnya.

7. Menghubungkan dengan kejadian sejarah yang terjadi di masa lalu.

Contoh: Saudara-saudara, sejarah mencatat, para pemimpin hebat adalah mereka yang piawai dalam public speaking, jago pidato, atau disebut singa podium. Kita punya Bung Tomo dan Bung Karno yang sangat lihai berbicara di depan umum. Sejarah juga mencatat nama Hitler di Jerman dan Napoleon di Prancis yang dikenal piawai berpidato.

8. Menguhubungkan dengan keperluan vital pendengar.
Mengemukakan betapa pentingnya tema yang akan disampaikan bagi hadirin.

Contoh: Saudara-suadara, semua yang hadir di sini mengaku ingin bisa public speaking tanpa merasa gugup atau grogi. Pengakuan itu saya baca di formulir pendaftaran. Semua, ya semuanya, mengaku demikian, seperti tertulis di kolom alasan mengikuti pelatihan. Karena itu, di bagian awal sesi ini, saya akan membahas lebih dulu mengapa muncul rasa gugup dan bagaimana mengatasinya, lalu kita simulasikan atau praktikkan. 

9. Memberikan pujian pada khalayak atas prestasi mereka.

Contoh: Para prajurit, kalian menyerbu membahana bagaikan hujan badai dan puncak Apenia; kalian sudah menghancurbinasakan dan memorakporandakan siapa saja yang menghalangi perjalanan kalian... (Pembukaan Pidato Napoleon ketika tentara Prancis menaklukkan Milan).

10. Memulai dengan pernyataan yang mengejutkan.
Cara membuka pidato ini disebut The Shock Technique.

Contoh: Bangsa Amerika adalah pejabat yang paling busuk di dunia. Pernyataan ini mengejutkan, tapi benar. Cleveland, Ohio, mengalami pembunuhan enam kali lebih banyak dari seluruh London....
11. Mengajukan pertanyaan provokatif atau serentetan pertanyaan.
12. Menyatakan kutipan.
13. Menceritakan pengalaman pribadi.
14. Mengisahkan cerita faktual, fiktif atau situasi hipotetis.
15. Menyatakan teori atau prinsip-prinsip yang diakui kebenarannya.
16. Membuat humor.*

No comments:

Post a Comment

No Spam, Please!