March 25, 2014

Haruskah Berbahasa Indonesia yang Baik dan Benar?

Romel Tea March 25, 2014

Haruskah Berbahasa Indonesia yang Baik dan Benar?
Haruskah Berbahasa Indonesia yang Baik dan Benar? Jika harus, apa landasan hukumnya? Jika tidak harus, kenapa ada Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dan Kata Baku-Kata Tidak Baku?

Banyak orang yang menulis kata-kata dan kalimat yang keliru, tapi gak ada sanksinya tuh! Banyak tulisan yang tidak menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, tapi lembaga bahasa dan pemerintah "cuek" aja tuh! Jadi, kesimpulannya, tidak harus! Setuju?

Bahasa adalah alat komunikasi. Dalam komunikasi, yang penting orang mengerti, paham, dan tidak salah persepsi tentang pesan yang disampaikan. Benar...? Bangettttt!

Pelanggaran tata bahasa atau EYD terbesar yang terjadi selama ini adalah penulisan kata baku. Banyak orang menulis kata tidak baku, tapi aman-aman saja. Yang penting orang ngerti!

Resiko, tidak baku. Yang baku: risiko. Akherat, tidak baku. Yang baku: akhirat. Handal, tidak baku. Yang baku: andal. Masih banyak lagi contoh lain! Apakah orang yang menulis resiko, akherat, dan handal dipidana? Tidak! Apakah orang lain mengerti kata-kata itu? Ya! Jadi? Ya sudah, biarin aja... :) Yang penting orang lain ngerti yang dimaksud deh!

Kampus ini lulusannya berkualitas, tidak baku. Yang baku: Lulusan kampus ini berkualitas. Indonesia penduduknya banyak, tidak baku. Yang baku: Penduduk Indonesia banyak. Ini sekadar contoh penulisan kalimat baku dan tidak baku. Kayaknya gak ngaruh ya? Sekali lagi... yang penting orang ngerti deh!

Jadi, Haruskah Berbahasa Indonesia yang Baik dan Benar? Ya... harus sih, tapi TIDAK HARUS BANGET kali ya.... :) Wasalam.


No comments:

Post a Comment

No Spam, Please!