July 26, 2012

Puasa Ramadhan di Hong Kong

Romel Tea July 26, 2012


Shalat tarawih bersama warga Shelter Christian Action.*

Bagaimana suasana Ramadhan di Hong Kong? Begitu kira-kira pertanyaan yang muncul tiap kali ada teman tahu, saya menjalani puasa Ramadhan di Hong Kong. Posting ini saya buat tahun 2010 ketika saya juga berpuasa di Hong Kong.

Posting ini masih relevan dan aktual untuk tahun ini karena saya rasa dan lihat suasana tahun 2010 masih sama dengan suasana 2012 ini.

Suasana Ramadhan di Hong Kong 
Suasana bulan Ramadhan di Hong Kong bisa dibilang tidak jauh berbeda dengan di tanah air. Perbedaan mencolok a.l. tidak ada yang ronda membangunkan warga buat sahur, tidak ada alarm tanda imsak, juga tidak ada alarm tanda saat berbua puasa di televisi atau radio.

Warga Muslim asal Indonesia di Hong Kong menjadikan Mushola Al-Falah KJRI (Konsulat Jenderal Republik Indonesia), di Leighton Road, Causeway Bay, sebagai tempat favorit untuk shalat tarawih. Mushola di lantai 4 Gedung KJRI selalu dipenuhi jamaah, terutama pada malam pertama Ramadhan (11/8). Shaum di HK mulai Kamis, 12 Agustus 2010. Sekitar 250 warga Indonesia memadati mushola berkapasitas terbatas tersebut.

 Selama Ramadhan, Mushola Al-Falah KJRI yang menjadi tempat shalat Jumat bagi warga Indonesia ini, diisi dengan berbagai aktivitas yang khidmat dengan aktivitas ibadah yang tak jauh berbeda dengan di tanah air.

 Shalat tarawih dimulai sekitar pukul 08.30 dengan shalat Isya, Tarawih 8 rakaat, witir 3 rakaat, diakhiri dengan ceramah tarawih. Ya, benar, ceramah tarawih diakhirkan. Acara tarawihan baru bubar sekitar jam 10.00 malam.

 Seperti tahun-tahun sebelumnya, Panitia Ramadhan KJRI tahuh ini juga mengundang sejumlah ustadz dari tanah air, seperti Ust. Izzuddin Abdul Manaf dan Ustadzah Eva Muzrifah dari Jakarta. Keduanya aktif melakukan dakwah atau pengajian setiap malam  Ramadhan di Mushalla Al-Falah setiap setelah selesai shalat Tarawih.

 Salah seorang panitia dan pengurus mushola, Bardiat, menjelaskan, program Ramadhan Mushola Al-Falah tahun ini antara lain Tebar Ustadz, Pondok Ramadhan Anak tiap hari Sabtu, termasuk mengorganisasikan pelaksanaan shalat Idul Fitri di Lapangan Victoria Park pada 11 September 2010.

 Puasa di Hong Kong terasa lebih lama sejam dibandingkan di Indonesia. Pasalnya, waktu magrib atau waktu buka  di Hong Kong sekitar jam 7 malam. Waktu Shalat Shubuh  sekitar jam 04.45. Puasa kali ini terasa “lebih menantang” karena cuaca yang begitu panas menyengat plus “pemandangan di luar” berupa kaum hawa Hong Kong (ada juga wanita Indonesia yang “ikut-ikutan” berbusana ala wanita HK) yang berpakaian superseksi.

 O ya, saya berada di Hong Kong pada 5-30 Agustus 2010, untuk menjadi trainer pada pelatihan penyiar dan reporter radio RPI (Radio Perantau Indonesia, www.radioperantau.com) Hong Kong. Selain menjadi trainer, saya membantu Dompet Dhuafa Hong Kong pimpinan Ust. Abdul Ghofur dalam pengembangan media-komunikasi DD HK. Wasalam. (Hong Kong, 20 Agustus 2010).*

No comments:

Post a Comment

No Spam, Please!