May 10, 2016

Sampaikan Pengaduan Anda di Media Sosial Twitter

Romel Tea May 10, 2016

Sampaikan Pengaduan Anda di Media Sosial Twitter
Sampaikan Pengaduan Anda di Media Sosial. Keluhkan Apa pun, kecuali saat mengadu kepada Allah SWT.

TELEPON rumah mati. Otomatis Speedy pun wafat. Mungkin gangguan karena hujan lebat bener malam itu.


Ditunggu hingga tengah malam, gak nyala juga. Ngantuk. Tidur. Eehhh... pagi hari, masih blom nyala tu tlp. Mencoba bersabar. Tunggun hingga jam 10-an. Blom nyala juga!

Action! Saatnya sampaikan keluhan. Buka twitter dan mention ke @TelkomCare plus @PRFMnews buat nambah "daya tekan". Langsung ada respons, bahkan di-retweet dama PRFM dan tweep lain.

Singkat kata, masalah teratasi. Telepon dan Koneksi Internet Speedy normal kembali sekitar sejam kemudian.

Ini bukan kali pertama saya mengadu soal pelayanan lewat media sosial Twitter. Sebelumnya, saya juga pernah mengadukan lambatnya koneksi Speedy ke TelkomCare, lalu direspons dan masalah teratasi.

Bahkan, di pengaduan pertama, sebenarnya saya tidak bermaksud mengadu atau mengeluh, tapi menulis posting tentang DNS Speedy tercepat. Karena postingan itu saya share ke Twitter, maka pihak CS Telkom mendeteksi adanya "keluhan" tersebut, lalu "mention" saya dengan ramah: Ada yang bisa kami bantu, Kak?

UPDATE!
Pengaduan terakhir ke Telkom Care saya lakukan berulang-ulang karena ternyata nyala sebentar, lalu mati lagi. Nyala bentar dan mati lama, hingga lima hari! Saya pun mengadu, bahkan mention @jokowi sekalian :) Pusing atu da :)



SELAIN ke Telkom, saya juga pernah melakukan pengaduan via media sosial Twitter ke @BNI. Saya adukan soal "gangguan" sales kartu kredit yang mengatasnamakan Bank BNI. Saya merasa terganggu.

Bayangkan, selama tiga hari berturut -turut saya ditelepon sales Credit Card BNI yang berbeda-beda! Saya pun mengadu via Twitter dan masalah terselesaikan.

Saya juga mengadukan ulah mitra @Elevenia yang meneror saya via SMS. Masalah pun terselesaikan alias tidak ada lagi gangguan SMS promo dari Elevenia.

Kini saya sedang rajin mengadukan balap liar knalpot bising di jalan depan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Bising banget. Tiap sore, kecuali kalo hujan, selalu ada balap liar di jalan depan Stadion GBLA.

Knalpot bisingnya bikin gatel tangan buat lempar batu. Beberapa kali saya lakukan, tapi sengaja tidak dikenakan, melainkan dilempar ke depan para pembalap liar itu. Kalo dikenakan, bisa mati mereka!

Saya biasa menyampaikan info, pengaduan, atau keluhan ke akun Twitter @tmc_restabesbdg dan @RTMC_PoldaJabar plus mention @PRFMnews dan @ridwankamil untuk menambah "daya tekan".

Ada respons? Ada... tapi actionnya terasa itu lho.... Sampe bosen saya ngadu soal balap liar di Stadion GBLA ini. Knalpot bising hingga saat posting ini ditulis masih terus meraung-raung memekakan telinga warga sekitar stadion dan pikabitaeun peureup dan "alat pemukul" buat razia!

DEMIKIAN ulasan kita soal menyampaikan pengaduan pelayanan lewat media sosial Twitter. Ingat ya, sampaikan pengaduan dengan baik-baik, sopan, jangan marah-marah, meskipun kita marah bingits!

Biar admin medsos lembaganya juga enak dan mau merespons dengan baik.

Era media sosial ini semua lembaga deh kayaknya sudah punya akun media sosial, khususnya Twitter dan Facebook. Jadi, kalo kita mau ngeluh, ngadu, komplain, gak usah telepon kaya zaman baheula. Kini tinggal buka medsos lalu tweet and mention!

Maka, sampaikan pengaduan Anda melalui media sosial. Pengaduan apa pun! Kecuali mengadu atau berdoa kepada Allah SWT. Sebab, kata ustadz saya, mengadu kepada Allah mah gak perlu media, gak perlu perantara, langsung saja kepada-Nya.

Allah SWT 'kan deket banget, bahkan lebih dekat daripada urat nadi kita! [QS. Qaaf : 16]. Lagian, kalo mengadu atau berdoa kepada Allah di media sosial, di status update, nanti takutnya kita kena RIYA' deh... Na'udzubillah....! Wasalam.*

No comments:

Post a Comment

No Spam, Please!