February 24, 2016

Penulisan Kata Baku Andal, Imbau, Embus, dan Utang

Romel Tea February 24, 2016

bahasa jurnalistik
Cara Menulis Kata Andal, Imbau, Embus, dan Utang yang Benar.

BANYAK sekali kata dalam bahasa Indonesia yang sering salah ditulis atau salah dieja. Saya contohkan empat saja yang paling sering menjadi "korban" alias "dianiaya".

Keempat kosakata yang sering salah dieja atau salah ditulis itu adalah andal, imbau, embus, dan utang.

Keempat kosakata itu sering ditulis handal, himbau, hembus, dan hutang --ada penambahan huruf  "h" di depannya.

Dalam kalimat, kita sering menemukan penulisan seperti ini:
  1. Pelatihan ini untuk membentuk staf Humas yang handal.
  2. Kami menghimbau agar penegak hukum membuang koruptor pada tempatnya.
  3. Ia menghembuskan napasnya dalam-dalam.
  4. Pemerintah Indonesia menambah hutang luar negeri.
Handal, Himbau, Hembus, dan Hutang bukan kata baku. Yang baku: andal, imbau, dan utang sehingga keempat kalimat di atas mestinya:
  1. Pelatihan ini untuk membentuk staf Humas yang andal.
  2. Kami mengimbau agar membuang koruptor pada tempatnya.
  3. Ia mengembuskan napasnya dalam-dalam.
  4. Pemerintah Indonesia menambah utang luar negeri.
Mari kita catat dan ingat:
  1. andal  >  bukan handal
  2. imbau  >   bukan himbau
  3. embus  >   bukan hembus
  4. utang    >  bukan hutang
Selain keempat kosakata tersebut, masih banyak bingits, eh... banget, eh... banyak sekali kosakata yang sering salah dieja. Bisa dilihat di Daftar Kosakata Bahasa Indonesia yang Sering Salah Dieja.

Sebelumnya saya juga sudah posting Daftar Kata Baku dan Tidak Baku.

Sekadar menyebutkan contoh:  
  • risiko (bukan resiko)
  • izin (bukan ijin)
  • karier (bukan karir)
  • praktik (bukan praktek)
  • napas (bukan nafas)
  • sekadar (bukan sekedar) 
  • silakan (bukan silahkan)

Untuk mengecek kata baku dan tidak baku, supaya tidak salah menulis atau mengejanya, kita bisa membuka
KBBI Daring.

Bagaimana kalo terus saja kita salah tulis kata-kata tersebut? Ya, gak apa-apa sih, bukan tindak pidana kok!  Sing penting mah orang ngerti lah!

Lagian, tuh Badan Bahasa atau Lembaga yang Berwenang tampak cueks aja sama penulisan kata yang tidak baku.

Namun, khusus untuk kalangan wartawan atau insan media, menggunakan kata baku lebih baik daripada yang tidak baku karena lebih hemat kata --sebagaimana karakter utama Bahasa Jurnalistik atau Bahasa Media. Wasalam.*

2 comments:

No Spam, Please!