October 28, 2013

Teknik Menulis Berita: Cara Membuat Judul Berita

Romel Tea October 28, 2013

menulis berita - membuat judul berita
Judul berita (head) adalah unsur terpenting dalam sebuah naskah berita. Judul beritalah yang pertama kali dilihat pembaca, menarik perhatian, dan lewat judul berita pula pembaca memutuskan untuk membaca atau tidak membaca sebuah berita.

DALAM setiap pelatihan jurnalistik sesi teknik menulis berita, biasanya saya memulai dengan meminta para peserta untuk menulis berita "sebisanya", minimal judul berita (head) doang, plus teras berita (lead). Setiap peserta diminta menunjukkan judul berita yang mereka tulis, lalu dikoreksi.

Mayoritas peserta biasanya hanya menuliskan subjek atau induk kalimat dalam judul beritanya, lalu saya koreksi dengan menambah satu-dua kata sebagai "kata pelengkap" (predikat), sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, dengan rumus kalimat lengkap SPOK (Subjek, Predikat, Objek, Keterangan).

Untuk judul, cukup SP atau SPO saja, tanpa unsur K (Keterangan waktu/Keterangan tempat).

Untuk menunjukkan judul berita yang "lengkap", maka saya biasanya membuka laman situs Yahoo! Indonesia, menu "BERITA UTAMA" yang berisi daftar judul berita terkini di media-media online nasional.

Saya pun mengajak peserta "menganalisis" judul-judul berita tersebut, membandingkannya dengan judul berita yang dibuat peserta, lalu memberikan saran dan kesimpulan tentang judul berita yang baik menurut kaidah jurnalistik.

Cara Membuat Judul Berita

Cara membuat judul berita "termudah" adalah "copy paste" kalimat pertama dalam teras berita (alinea/paragraf pertama berita). Misalnya, dalam teras berita tertulis:

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono marah atas pernyataan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (10/10/2013). Presiden menilai Luthfi berbohong. Kemarahan Presiden itu menyikapi kesaksian Luthfi yang menyebut bahwa Bunda Putri adalah orang yang sangat dekat dengan dirinya. (Kompas.com, 10 Oktober 2013).

Judulnya berita tersebut adalah Presiden Marah Dikaitkan dengan Bunda Putri. Mungkin, judul berita tersebut akan lebih menarik dan "bikin penasaran" jika diubah menjadi Presiden Marah. Untuk berita di koran, judul yang ringkas akan memudahkan layouter membesarkan ukuran hurufnya sehingga lebih menarik perhatian pembaca.

Berikut ini panduan atau cara membuat judul berita sebagai bagian terpenting dari teknik menulis berita:

1. Judul berita sebaiknya berupa kalimat lengkap --subjek dan predikat-- sehingga sudah mengandung informasi terpenting. Misalnya, "Presiden Marah", "Jokowi Bujuk Warga", "UIN Gelar Wisuda", "Polisi Ancam Tembak Mati Geng Motor Bandung".

2. Judul berita harus mencerminkan isi berita. Judul merupakan "ringkasan berita". Untuk lebih memahami dan terbiasa dengan judul-judul berita yang baik, silakan "panteng" judul-judul berita berupa "running text" di televisi.

3. Hindari penggunaan kalimat tanya dalam judul berita. Jika judul berita berupa kalimat tanya, maka ia bukan informasi, melainkan pertanyaan kepada pembaca. Pembaca pun akan balik bertanya: yaaa.. ente kan wartawannya, yang bikin berita, kok malah nanya? Misal, ada judul berita: "Presiden Marah?" Maka apa jawab pembaca: "Ya... kagak tau, ente yang tahu, 'kan ente yang ngeliput berita, kok malah tanya...?"

4. Ringkas. Sebaiknya judul berita berisi 3-5 kata saja.

5. Ini cara termudah membuat judul berita: ambil dari alinea pertama berita (lead), dengan catatan, lead sudah ditulis dengan baik, yaitu mengedepankan salah satu unsur berita (5W+1H). Lazimnya, teras berita dimulai dengan unsur WHO (Siapa/Pelaku) atau WHAT (peristiwa/nama acara/kejadian).

Tentu, kalimat pertama diteras itu diringkas kembali untuk menjadi judul berita. Wasalam. (www.blogromeltea.blogspot.com).*

DOWNLOAD TIPS LENGKAP MENULIS BERITA

No comments:

Post a Comment

No Spam, Please!